Juanda International Airport

Juanda International Airport

Atap Juanda

Bromo, lagi dan lagi..

Bromo

Selama saya tinggal di Jember, ada dua spot yang tidak pernah bosan saya sambangi tiap liburan, yang pertama adalah kawah Ijen di Bondowoso dan yang kedua adalah Bromo di Probolinggo! Saya sudah beberapa kali datang di dua lokasi tersebut dan tidak pernah bosan, sungguh… tidak pernah bosan!

Sudah berapa kali lah ke Bromo tu, karena kayaknya tiap ada kesempatan pasti menyempatkan diri untuk hiking kesana dan selalu ada hal berbeda yang saya peroleh. Pernah datang ke Bromo pas lagi heboh-hebohnya meletus, pernah datang pas musim kemarau, pernah datang pas musim hujan dan menurut saya sih Bromo di setiap saat akan selalu akan menjadi magnet untuk siapa saja termasuk saya.. mau datang di berbagai musim juga tetap sama indahnya.. Tapi memang sih, kalau tujuannya untuk mengejar sunrise yang terkenal itu, paling pas datang ke Bromo pas musim kemarau ๐Ÿ™‚

Kenapa sih seneng ke gunung – gunung? pernah ada kawan saya bertanya seperti itu.. jawabnya simpel aja, karena di gunung hawanya adem! ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ jadiย bisa sekalian ngademin pikiran

Numpang nampang biar tetap eksis ๐Ÿ˜€

Asiknya rame - rame

Asiknya rame – rame

Parkir di bukit teletubbies

Parkir di bukit teletubbies

Bukit teletubbies

Bukit teletubbies

IMG_5080ok

Lautan pasir

Bromo itu cantik dari sudut manapun, di Cemoro Lawang, Penanjakan, lautan pasir, kawah, padang rumput teletubbies semuanya cantik dan menyuguhkan pemandangan yang berbeda – beda..

So, for me Bromo is never enough ^^

Sehari di Brunei

Image

Sepinya bandara di Brunei

Penerbangan dari Philippina menuju Surabaya transit di Brunei bisa membuat mati gaya kalau hanya dihabiskan di bandara…ย sampai di Brunei jam 9.25 am sedangkan penerbangan selanjutnya menuju Surabaya masih jam 9.45 pm,, lama kan? mana bandaranya sepi bener dan fasilitas wifi’nya susah bener diakses -_-! ย akhirnya waktu yang sangat longgar itu kami manfaatkan untuk mengikuti city tour.. lumayan bisa membunuh waktu dan mendapat udara segarย daripada cuma luntang lantung di bandara ๐Ÿ˜€

Local gift shop di dalam bandara

Local gift shop di dalam bandara

IMG_2819ok

Masjid raya

IMG_2905

Kubah emas

Statue

Statue

IMG_2739

Kampong Air, yaahh gak jauh beda sama suasana di Kalimantan, hehe

IMG_2780ok

Kubah emas

IMG_2787ok

Gerbang istana Nurul Iman

IMG_2876ok

Masjid raya

IMG_2878

Masjid raya

Fasilitas city tour ini disediakan oleh pihak ketiga dan mereka ngetem di dalam bandara. Ada beberapa pilihan untuk city tour ini, biasanya sih disesuaikan berdasar lamanya waktu dan jenis lokasi yang dikunjungi… mereka menyediakan satu orang guide untuk memberi penjelasan di situs – situs yang dikunjungi.. danย yep, fasilitas ini bagi saya lumayan membantu ย untuk menghilangkan jenuh selama transit..

Guide yang mengantar kami keliling – keliling kota lumayan masih muda dan sangat atraktif.. Promosinya mengenai negara Brunei cukup komplit plit.. Tiap kali melewati pom bensin pasti bilang kalau harga BBM di Brunei sangat sangat murah karena di subsidi pemerintah, pekerja kerajaan disediakan apartemen, pendidikan gratis, sultan Brunei memiliki taman bermain untuk anaknya yang luasnya brapa hektar, Brunei punya masjid yang kubahnya emas, Brunei punya hewan khas yaitu Bekantan, punya kampung di atas air, rakyat sangat menjunjung tinggi sultan, kalau mau jadi warga negara Brunei harus bisa menghapal nama lengkap sultan Brunei berikut gelarnya dll dll… Saya dalam hati mbatin “yaahh, sebenernya Indonesia yo punya semua hal – hal yang diceritain itu, kampung air di Kalimantan, Bekantan di Kalimantan, masjid kubah emas di Depok, sumber daya alam melimpah dimana-mana dari Sabang sampe Merauke dll, tapi nggak tau yaa kenapa Indonesia nggak bisa sekaya dan semakmur Brunei, hehe.. no comment deh untuk hal yang satu ini ๐Ÿ˜

Tapi saya sih tetap bangga menjadi orang Indonesia, hoho.. I’m proud to be Indonesian #NgibarinBendera ๐Ÿ˜€

Bunaken :)

Setelah sekian lama tidak menjamah blog ini, pfyuuhhh… sangat banyak peristiwa yang terjadi (halah opo to iki) ๐Ÿ˜€

Yep, saya tetapย sangat menikmati hidup, pekerjaan saya dan sekarang status sudah berubah menjadi ibu (lah, kapan nikahnya?) :p

Saking ribet enjoynya dengan pekerjaan, mengurus rumah dan anak akhirnya membuat saya sedikit mengabaikan blog ini membuatย pembenaran.

Kali ini saya akan sharing mengenai perjalanan saya ke Manado, ayeee!!

Manado berarti BUNAKEN, bener kan?? ๐Ÿ˜‰ yep, dan saya memang ke Bunaken.. Bunaken adalah salah satu list yang masuk dalam 100 things to do before I die (halah!). Tapi jujur, Bunaken memang sudah menjadi semacam obsesi walopun saya tidak mempunyai sertifikat menyelam, tapi cukuplah dengan snorkling, hohoho…

Kalau di Manado enaknya menginap di mana?? waktu itu saya menginap di hotel Aston Manado, hotel ini lokasinya sangat strategis sekali karena dekat dengan pelabuhan Marina, cukup 10 menit berjalan kaki.. dan dengan 10 menit berjalan kaki, kita juga sudah bisa menikmati sunset yang sooo beautiful ๐Ÿ™‚

Coba lihat handuk yang dirangkai menjadi angsa,, dikira lagi hanimun kali yee :p

Coba lihat handuk yang dirangkai menjadi angsa,, dikira lagi hanimun kali yee :p

IMG_1500

Salah satu view di pelabuhan Marina

IMG_1627

Pulau Manado Tua, dilihat dari pelabuhan Marina

IMG_1574

Pulang

IMG_1632

Sunset di Pelabuhan Marina

Jadi begini, jika memang tujuan utama ke Manado adalah untuk menyelam atau snorkling di Bunaken, ada beberapa pilihan untuk menginap. Pertama adalah menginap di resort yang terletak di Bunaken atau menginap di kota Manado (saya memilih ini karena selain ke Bunaken, memang tujuan lainnya adalah untuk confrence). Kelebihan menginap di Bunaken adalah kita dekat dengan spot menyelam/snorkeling yang memang menjadi tujuan dan juga bisa menikmati kedamaian pulau Bunaken, sedangkan kelebihan menginap di kota Manado adalah kita bisa jalan – jalan berwisata kuliner, ayeee… jangan lupa, Manado punya banyak sekali makanan khas yang harus ada dalam daftar “the must eat” kayak tinutuan (bubur Manado) dan mie cakalang yang rasanya juara! ^^v

Jadi untuk ke Bunaken, begini caranya (melintir kumis),ย kami waktu itu rombongan bertujuh sehingga memungkinkan untuk menyewa kapal, kalo tidak salah waktu itu sekitar Rp400.000 untuk satu kali trip Marina-Bunaken pulang pergi. Kami berjalan kaki dari hotel menuju pelabuhan Marina, kemudian dari pelabuhan Marina menuju Bunaken ditempuh dalam waktu satu jam. Sepanjang perjalanan, kita akan disuguhi pemandangan pulau Manado Tua yang bagi saya cukup indah. Waktu itu kami cukup beruntung sehingga dapat melihat lumba-lumba berenang diantara kapal (sesuatu banget). ๐Ÿ˜€

Pulau Manado Tua

Pulau Manado Tua

di Bunaken ini banyak tersedia penyewaan alat – alat snorkling maupun menyelam dengan harga yang lumayan mahal kalo dibandingkan di Derawan -_-! Waktu itu saya menyewa swimsuit plus alat snorkling sekitar Rp150.000, kemudian sewa kamera underwater Rp300.000 (untuk dipake rame-rame jadi bisa patungan :p). Jadi tunggu apa lagi?? kami lalu berangkaaaaattt menuju spot untuk snorkling, yiihaa!!

IMG_1681

Mengintip berjamaah

IMG_1692

Terumbu karang dilihat dari kotak kaca

Snorkeling

Spot snorkling di Bunaken, jernihnyaaa

Spot snorkling di Bunaken, jernihnyaaa

dan bagi saya, Bunaken is AWESOME!! ^^v

Someday I will come here again… ๐Ÿ™‚

Go Abroad! :D

Cerita perjalanan yang sudah lama sebenarnya tapi sayang untuk dilewatkan.. pertama kali aku keluar negeri coy, haha.. walopun masih deket – deket aja tapi cukup banyak memberi cerita ๏Š
Perjalananku berawal dari undangan salah satu researcher di Clemson University US untuk ikut datang menghadiri workshop di Los Banos Philippina.. ceritanya ilmiah banget lah kalo diulas, hahaha… bahkan aku disana ikut menjadi salah satu pembicara mengenai penyakit vaskular kakao.. oke lupakan mengenai hal โ€“ hal berbau ilmiah.. aku lebih tertarik membahas mengenai tujuan lain perjalananku, hehe… mengeksplore hal โ€“ hal baru yang kutemukan di negeri baru (seileee).. bagaimana aku sangat excited akhirnya bisa keluar negeri Indonesia Raya ๐Ÿ˜€ walopun hanya di Philippine..
Perjalanan berawal dari Jember menuju Juanda, Surabaya lanjut Jakarta dengan pesawat jam 8 pagi. Dengan jaraknya yang cukup jauh โ€“sekitar 6 jam- membuatku harus berangkat tengah malam buta agar dapat mengejar pesawat pagi menuju Jakarta.. tapi ternyata drivernya cukup brutal menyetir hingga jam 4 pagi dah nyampe Juanda.. sepagi itu di Juanda ngapain? bahkan executive lounge pun belom bukak, apalagi layanan check in? Masih jam setengah 7 pagi baru buka.. :p akhirnya hanya bisa duduk โ€“ duduk di depan lounge nunggu mpe buka jam 5 pagi.. begitu lounge dibuka maka aku adalah orang yang pertama kali absen dan langsung menyikat semua yang ada ๐Ÿ˜€ duduk โ€“ duduk sante karena boarding baru jam 8 pagi.. dan ternyata disitulah letak fatalnya.. saking santenya, aku malah nggak denger kalo pesawat dah mo boarding.. mpe aku dipanggil terakhir!! โ€“perhatian โ€“ perhatian, kepada ibu febrilia dimohon segera masuk pesawat blablabla- WUAAAA…!!! gubrak!! Langsung tergopoh โ€“ gopoh menuju pesawat!! Dan untunglah masih selamat.. -_-!
Mendarat dengan perasaan nyaman di Soekarno Hatta tapi segera lanjut dengan kebingungan bagaimana caranya untuk sampai di terminal keberangkatan internasional.. bermodalkan mulut akhirnya aku nanya โ€“ nanya dan ketemu jawabnya,, naik shuttle menuju terminal internasional :D.. barulah disitu aku bertemu dengan partner2ku yang lain,, huff… check in, blablabla.. naik philippine airlines dengan nyaman.. layanannya enak, sandwichnya enak ๏Š dan akhirnya mendarat di Manila, horeee…
Dan ternyata bandara Manila tuh nggak lebih parah daripada Jakarta,, huweehhh… crowdednyaa… ~~!
Tujuan kami adalah Los Banos yang berjarak sekitar dua jam dari Manila, tapi karena sudah malam maka kami bermalam dulu di Manilla baru besok siang melanjutkan perjalanan menuju Los Banos ๏Š
Kami menginap di Heritage Manilla semalam,, after dinner langsung bablas menuju pulau kapuk dan bermimpi.. baru paginya setelah breakfast kami eksplore kawasan sekitar hotel.. sumpah manilla tuh nggak jauh beda ma Jakarta, ya macetnya, ya panasnya, ya ruamenya, cuma yang mbedain antara Jakarta dan Manilla tuh kalo di Jakarta ada bajaj, maka di Manila ada Jipney.. semacam kendaraan oplet gituu.. lainnya mah sama.. macet juga.. hueeehhh… dan yang membuat senang disini adalah, walopun bahasa nasionalnya tagalog tapi orang โ€“ orang manila sangat pintar berbahasa Inggris jadi sama sekali nggak kesulitan berkomunikasi dan bertransaksi, haha.. bahkan pedagang kaki lima pun bisa bahasa inggris! Jangan dibandingkan dengan Indonesia.. huhuhu… bahkan akupun bahasa Inggrisnya masih acakadut belepotan -_-!
Tengah hari setelah check out perjalanan pun dilanjutkan ke Los Banos.. kami menginap di Splash Mountain Resort, Laguna, Los Banos.. workshop dan segala meeting dilaksanakan disini.. oke, perjalanan ini adalah perjalanan menuju workshop ilmiah, haha.. jadi ku skip aja yaa.. ๐Ÿ˜€
Langsung aja menuju poto โ€“ potonya ๐Ÿ˜€
bersambung….

This slideshow requires JavaScript.

Kehebohan Jember Fashion Carnival..

Tanggal 24 Juli 2011, kota Jember punya gawe rutin tahunan yaitu Jember Fashion Carnival (JFC).. Acara ini udah berlangsung selama 10 tahun.. Tapi walopun dah berlangsung lama (taon ini yang ke – 10), taon ini adalah taon pertamaku menikmati JFC, hahaha.. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€
Aku sendiri dah sering mendengar tentang kehebohan acara JFC, mulae dari kostum – kostumnya, pesertanya hingga penontonnya yang jumlahnya ribuan.. Kenapa aku baru tertarik sekarang untuk menikmati JFC? kemana saja aku selama ini.. :p
First, dulu rasa tertarikku tertutupi oleh ketakutanku dengan lautan manusia.. jujur aja, aku paling nggak suka berada ditengah – tengah lautan manusia apalagi kalo sampe terjebak di tengah – tengahnya.. dulu aku pernah ngeliat karnaval di Jogja dan nyaris pingsan karena saking banyaknya manusia.. ~~!

Kedua, panasnya.. acara JFC selalu dimulae setelah dhuhur jadi bisa dibayangin kan gimana teriknya? dan berdasarkan pengalaman, matahari seterik itu dah lebih dari cukup untuk membuatku pingsan..

Tapiiii… semua alasan itu rupanya terpatahkan taon ini ๐Ÿ˜€ karena keinginanku untuk nonton JFC masih lebih besar dibandingkan dengan ketakutan – ketakutanku tadi.. :p
Dan untuk menghindari hal – hal yang nggak diinginkan (pingsan.com), so aku membawa bekal air banyak – banyak plus topi sombrero untuk menghindari panas matahari langsung,, hahaiii..and it works!!ย ^^v

Oke, niat udah bulat, teman yang diajak nonton udah dapet.. yang perlu dilakukan selanjutnya adalah bagaimana bisa menembus barikade manusia menuju lapisan terdepan ๐Ÿ˜€

Dan guess what, aku baru tau kalo nonton JFC ini ada invitationnya, hahaii.. untuk yang punya invitation, bisa dengan mudah menembus barikade karena bakal dikasih prioritas tapi kamiii?? akhirnya aku ketemu dengan penyelamat ituuuu (orang yang punya invitation).. dia kami bujuk untuk menghubungi polisi terdekat agar dicarikan jalan dan kok ya mbaknya baik hati banget, dia bilang kalo kami ini temen – temennya yang dia ajak ikut nonton JFC (padahal, kenalnya aja juga baru pada detik itu) :p.. dan memang pada akhirnya dicarikan jalan ma pulisi ntu dan kami yang tanpa invitation ini ngikut di belakang si Mbak.. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

So? kami berhasil menembus barikade manusia diiringi dengan hujatan – hujatan dari orang – orang yang dipecah barisannya oleh Pak pulisi itu,, maapp..^^!

Dan kebetulan, aku duduk disamping mas fotografer yang kayaknya tau kalo aku nggak punya invitation :p eeh dia langsung bilang kalo ntar aku diusir dari barisan depan, dia bakal ngasih invitationnya ke aku, hoooo baik hatii bengeettt… bener – bener keberuntungan pemula ~~! (but thank God kami nggak diusir, hehe) :p

Oke, jadi aku akan mengingatkan diriku sendiri,, taon depan kalo pengen nonton lagi jangan lupa cari invitationnya, hahaha.. ^^v

Yep, dan ternyata duduk di barisan depan memang worth it banget!!^O^

This slideshow requires JavaScript.

Mencicipi surga tropis di Sulawesi Tenggara

Stranded

Tema kali ini adalah pantai, langit biru dan pasir putih!!

Minggu kemaren aku menyusuri Sulawesi Tenggara mulae dari Kendari, Kolaka sampai Kolaka Utara melintasi jalan Trans Sulawesi dan sepanjang jalan disuguhi pemandangan laut yang bener โ€“ bener cantik dan masih alami.. very very beautiful..!!

Gambaran surga tropis tampak nyata disini..

Tropical Paradise in North Kolaka, South East Sulawesi, Indonesia

The last mangrove

Masjid di sudut pelabuhan Kolaka

Pantai Batu Gong

Feeling Blue

Sekedar sharing info,, Kolaka merupakan salah satu kabupaten di propinsi Sulawesi Tenggara, ibukotanya juga bernama Kolaka.. Kolaka merupakan daerah pesisir barat dari propinsi ini.. dari arah Kendari menuju Kolaka ini memerlukan waktu 3,5 – 4 jam jalan dengan menggunakan mobil melalui jalan Trans Sulawesi.. jalannya sudah relatif bagus, I mean aspalnya masih utuh ๐Ÿ˜€ kota ini memiliki pelabuhan yang sangat cantik seperti terlihat di foto – fotoku kali ini ^^v kemaren pas ke Kolaka sempet menyusuri kecamatan Lambandia, Ladongi, Polipolia yang letaknya bergunung – gunung… pfyuuhh… what a job.. ๐Ÿ˜€

Kalo Kolaka Utara merupakan kabupaten baru hasil pemekaran dari kabupaten Kolaka.. dulunya Kolaka Utara termasuk dalam kabupaten Kolaka tapi sejak tahun 2003 mulai berdiri sebagai kabupaten baru.. Kolaka Utara ini beribukota di Lasusua.. Ibukota kabupaten Kolaka Utara ini masih dalam tahap pembangunan jadi disana – sini masih terlihat padang rumput yang belom ditebas.. baru beberapa perkantoran saja yang udah eksis selain bangunan pemda tentu saja.. :p.. Oya, bangunan kantor bupatinya cantik benget viewnya^^ letak kantornya itu ada di atas bukit dan langsung menghadap ke laut!! view yang sangat keren dan bikin betah.. ๐Ÿ™‚ kemaren aku sempet mampir kesana dan hemm… memang cantik.. ๐Ÿ˜‰

Hanya sayangnya adalah,, jalanan dari Kolaka menuju Kolaka Utara tuh jeleknya ampun – ampun padahal masih jalan Trans Sulawesi yang notabene adalah jalan propinsi.. infrastruktur jalannya belom dibenahi secara total jadi sepanjang jalan tuh lebih banyak dijumpai jalan yang rusak daripada jalan yang bagus.. jadi bisa lah ngebayangin gimana kondisi jalanan yang ada di kampung atau kecamatannya kalo jalan lintas propinsinya aja separah itu.. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Kota Kakao

Kemaren sempet guyonan ma klien yang nganter kami keliling Sultra.. katanya kepanjangan Sultra adalah “Sulit Transportasi” hahaha.. aya aya wae.. dan aku balik nanya.. “Pak, mana jalan yang dibilang jelek itu? daritadi saya liat nggak ada jalan yang jelek.. adanya jalan yang jelek sekali” ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ย Jadi sepanjang jalan itu aku selalu pasang seat belt untuk menghindari bantingan – bantingan mobil karena menerjang jalan yang berlobang :p

Eits,, tapi tapi tapi.. kondisi jalan yang jelek itu rasanya bisa dimaafkan (sedikit saja) karena sepanjang jalan tuh pemandangannya spektakuler benget.. Jalan Trans Sulawesi dari Kolaka menuju Kolaka Utara itu rutenya menyusuri pantai sambil mendaki bukit menuruni lembah.. jadi pemandangannya eksotis banget dan bener – bener memancarkan keindahan pantai tropis yang masih alami dan belum tersentuh, hohoho… So, kami anggap itu sebagai petualangan ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ menikmati pantai sekalian racing di jalanan jelek, hahaha ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Hemm.. jadi nggak perlu banyak kata.. cukup cekidot aja poto โ€“ potoku dan pasti kalian akan setuju denganku *maksa*.. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Having Fun at Makassar.. ^^v

Dan penjelajahan dilanjutkan ke arah timur, hohoho… this time, I reach Makassar.. ^^”

Sebenarnya sich tujuan utamanya adalah mengelilingi daerah Kolaka dan Kolaka Utara di Sultra, tapi pas ada kesempatan singgah sejenak di Makassar ya tetep aja dijadwalkan acara jalan – jalan, hehe..

Makassar adalah kota yang sangat besar, terutama daerah pelabuhannya.. mengelilingi kota ini serasa kembali ke jaman kolonial dimana kota ini dijadikan sebagai pusat pengapalan hasil bumi menuju daratan Eropa.. dan kota ini identik dengan Pantai Losari, Fort Rotterdam dan Trans Studio so, pastinya aku kesanalah, hoho.. eits, tapi pas lewat Pantai Losari dan Fort Rotterdam pas hujan ding,, jadi cuma numpang lewat di depannya aja -_-!

Untuk mencapai Trans Studio ini aku cukup menggunakan shuttle bus yang tersedia di hotel tempatku nginap..ย Untuk masuk ke Trans Studio ini kita perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. 100.000 plus biaya kartu pass’nya Rp. 10.000 jadi total Rp. 110.000,- dan kita bebas mo maen wahana apa saja, huhuiii..

Trans Studio ini dikenal sebagai taman bermain indoor terbesar se-Asia… dan tempat ini memang sangat beeeesaaarrrr… yaaa.. kayak pasar malam gitu hanya ukurannya lebih beeessaaarrr… ๐Ÿ˜€

This slideshow requires JavaScript.

 

Pas disana, nyoba beberapa permainan yang agak menantang.. kubilang “agak” karena porsi permainan di Trans Studio ini sebagian besar adalah untuk anak – anak jadi menurutku yaaa nggak begitu menguras adrenalin kayak yang di Dufan.. kalo di Dufan kan ada wahana Tornado, Kincir – Kincir, Halilintar de el el yang cukup memicu adrenalin yang justru aku sukaaaa… ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ tapi di Trans Studio ini enaknya adalah kita nggak perlu panas – panasan di arena.. yaiyalaahhh namanya juga Indoor Theme Park.. :p

Sebenernya….. aku pengen banget nyoba Carrusel alias komidi putar… tapi sayangnya permainan ini hanya untuk anak – anak aja.. huhuhu… Nggak tau kenapa, kalo liat komidi putar pasti pengen nyobaaaa… Jadi serasa mengulang masa kecil.. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Hemm.. yang pasti tetep puasslah maen disini.. kemaren emang nggak sempet nyoba semua wahana tapi at least bisa nyoba roller coaster, nonton musical teater dan maen di beberapa wahana… huihuihuii.. ^^v

Hemm.. jalan – jalan udah.. maen – maen udah.. selanjutnya?? pastinya makan – makan.. ๐Ÿ˜€ dan ke Makassar nggak akan lengkap kalo belom nyicip Coto Makassar dan Pallumara alias Sup Kepala Ikan, hohohoho… ^O^ perutku mpe penuh nyobain semua makanan ntu,, mpe jalanpun jadi limbung, wkwkwk..

 

ada tebak – tebakan niich…

“Apa bedanya Coto dengan Soto??”

“Kalo Soto, dagingnya pake daging Sapi. Kalo Coto, dagingnya pake daging Capi.” ๐Ÿ˜€

hehe… dan malamnya, sambil ngobrol ngalor ngidul kita nyicipin pisang epek dan sarabba… hemm… bener – bener nikmat..ย Oya, info tentang Sarabba bisa klik disini.. aku pernah nulis tentang Sarabba ini saking penasarannya, dan akhirnya sekarang aku bisa mencicipinya langsung di daerah asalnya, hohoho.. ^^

Jadi, untuk kamu yang kebetulan sedang berkunjung di Makassar terutama yang masih seneng maen – maen kayak aku ini,ย maka sempatkanlah maen ke Trans Studio.. dan jangan lupa untuk mencicipi kuliner disana.. semuanya recommended!! ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Mutiara Gunung.. ^_~

Ada yang membuatku E.X.C.I.T.E.D kali ini.. ^^v setelah sekian lama akhirnya aku menemukan edelweiss… sooo manyyyy… buanyaakk benget rumpun – rumpun edelweiss yang kutemukan.. dan tentu saja diantara sekian banyak itu ada yang berbunga dan bentuknya putih seperti mutiara.. ๐Ÿ™‚

Well, ada dua jenis bunga liar yang pengen kutemui yaitu Edelweiss dan satunya lagi adalah Dandelion… yang Dandelion aku udah berhasil motret kapan hari, dan barusan aku nemu edelweiss seabreg – abreg di Kawah Ijen ๐Ÿ™‚

Kawah Ijen emang selalu memberiku pesona tersendiri, hohoho… dan untuk kalian yang pengen ke Kawah Ijen, bisa baca postinganku mengenai Kawah Ijen disiniย dan disini.. ๐Ÿ˜‰

Aku nemu edelweiss ini di ketinggian diatas 2300 mdpl.. rumpunnya banyak benget, memenuhi lereng – lereng di jalan menuju Kawah Ijen itu..

This slideshow requires JavaScript.

Edelweiss yang kutemukan adalah edelweiss jawa atau nama latinnya Anaphalis javanica.. bunga ini termasuk dalam kategori langka dan dilindungi.. Selama ini beredar mitos diantara para pendaki gunung bahwa dengan memberikan edelweiss kepada orang yang disayangi maka cinta mereka akan abadi.. benar atau enggaknya mitos tersebut tapi yang jelas keberadaan edelwesiss sekarang sudah makin jarang karena bunganya banyak diambil untuk dibawa turun dari pegunungan…

And yesterday, I sent email to my love about these edelweiss..

“uik uik… mas ganteng,, kapan hari aku janji motretin edelweiss to? ntu poto22nya, akhirnya dapet juga walopun harus mblusuk ke lereng – lereng bukit, hohoho..” ^O^

“hahaiii dikau membawakan untukku gak sayang?ย kalo soal blusukan aku mah dah percaya aja ma nduk.. bukannya dah ahlinya yaa”

“Aku nggak bawa edelweisnya masku,ย karena bunga itu termasuk langka dan dilindungi, jadi sok nggreen peace dengan tidak melakukan vandalism dengan membawanya turun gunung (jiaaah)…ย ada mitos diantara para pendaki gunung, katanya sich kalo memberikan edelweis ke orang yg dsayangi maka konon katanya cinta akan abadi,, karena edelweis si bunga abadi ini memang lambang keabadian..ย Jadi utk tulang, spesial kukirimkan foto itu untukmu.. Memang hanya foto dan bukan edelweis aslinya.. Foto edelweis si bunga abadi,, agar cinta kita abadi selamanya,, sekaligus menjaga kehidupan edelweis di alam liar, agar anak cucu kita besok kalo naek gunung masih bisa menikmati keindahan edelweis, bukan hanya cerita bahwa dulu pernah ada bunga abadi yg bernama edelweis.. Uhuk uhuk uhuk..”

“kikikikik makasih nduk, amin semoga seperti yang dikatakan orang2 dulu nduk…walo foto tapi pesennya nyampeeย :)ย aah tiba tiba aku terharu…ย dan heran knapa sekarang nduk tiba2 nge green peace….kikikik”

“malah nyekikik, huh..” -_-!

ckckck… bener – bener pacar yang nggak da romantis – romantisnya.. dah dibela-belain ke Ijen untuk hunting poto edelweiss eh malah aku diketawain.. *nangis guling – guling* T_T

*sroooottt,, ngusap ingus*…

kembali ke topik.. jadi kalo anda berniat menikmati edelweiss jawa,, Kawah Ijen bisa menjadi salah satu alternatif tempat untuk dikunjungi.. di sepanjang jalan menuju Kawah Ijen akan banyak dijumpai bunga ini.. Tapi cukup nikmati dan ambil gambarnya aja karena bunga ini termasuk langka karena banyaknya tangan – tangan usil yang membawanya turun dari pegunungan..

So, enjoy the beauty and stop vandalism.. ๐Ÿ˜‰

Feminin VS Maskulin

Yang namanya wanita, pasti pengen terlihat beda (baca: cantik).. termasuk aku.. walopun aku tergolong tomboy dan amat sangat jarang dandan, malah sebagian temenku bilang kalo aku ini “wanita jadi – jadian” -_-! tapi tetep aja ada kalanya di lubuk hati yang paling dalam pengen tampil feminin dan dandan…
Jadi, kadang pada event-event tertentu aku mencoba tampil feminin… yang biasanya setia dengan celana jeans atau kargo dan T-shirt maka pada event khusus kayak kemaren pas ada acara pagelaran kiai kanjeng, aku nyoba make jegging item, blouse ijo polos dan pashmina.. ย dan hasilnya?? hasilnya?? tetep cantiklah..!!! ๐Ÿ˜€ *dilempar ulekan selusin*
ini fotonya :p

 

Gimana? cantik kan?? *kursi melayang ke jidat* ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Dan foto itu ku imel ke Tulang yang nun jauh di sono (pastinya minta komentarnyah) ๐Ÿ˜€ dengan semangaD 45 pantang menyerah langsung membombardirnya dengan pertanyaan macam remaja ababil:

“Gimana Ay potoku? cantik nggak?”

“Cantik..”

“Udah gitu aja komentnya?” -_-!

“Iya cantik, tapi jangan sering – sering dandan kayak gitu”

“Lho, kenapa mangnya?”

“Lha, tampilanmu itu menipu”

“Heh?” O_o

“Karakter aslimu kan nggak kayak gitu? aku lebih seneng Nduk pake baju casual, itu baru Nduk”

“Weks…” T_T

Sekali lagi, usaha untuk tampil cantik dan menjadi wanita yang sesungguhnya gagal total, hahaha… Kadang ngiri juga ngeliat ada wanita lain kok bisa tampil feminin gitu yaakk.. bisa pake heels sepanjang galah, bisa pake rok dan terlihat sangat perempuan, bisa pake aksesoris dan tetap terlihat cantik seutuhnya.. Sedangkan aku, boro – boro cantik seutuhnya.. yang ada malah dibilang menipu banyak orang dengan tampilan femininku.. ๐Ÿ˜€

Well, sepertinya aku baru menjadi “aku” dan ngerasa paling yes! kalo tampil sporty dan casual sesuai karakterku, haha.. tapi nggak ada salahnya juga kan sekali – kali tampil feminin untuk acara – acara khusus, menampilkan sisi lembut kewanitaanku (jiaaahhh)… ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ kan nggak lucu juga ke kondangan pake jeans, hehehe… tapi semoga tidak banyak orang yang tertipu penampilanku, wkwkwkwk…

So, let the world know you as you are, not as you think you should be, because sooner or later, if you are posing, you will forget the pose, and then where are you?ย  ~Fanny Brice ^^v